DSS… DSS… come again
Zzzz….. groook…. kurrr…..
eits,, kembali lagi dengan DSS yang sudah lama sudah tidak ditulis oleh penulis nih… Maklum kesibukan di semester 6 ini membuat penulis tidak sempat meng-update blog ini,, bukan karena kesengajaan penulis nih,, melainkan karena penulis sangat tekun mendalami pengetahuan dari kuliah di semester 6 ini,, dan salah satunya DSS itu..
DSS kembali lagi,, tapi bukan dengan metode AHP yang dulu lagi, tapi dengan ANP (Analytical Network Process) nih yang baru keluar (sebenarnya ga ada sebutan pertama-kedua, tapi emang karena ANP baru dibahas belakangan). Berbeda dengan AHP, penulis nih raso-raso nya agak sulit memahami ANP nih. Mungkin karena adanya penambahan fungsi interaksi antar kriteria atau antar subkriteria di dalam model ANP tersebut. untunglah karena arahan pada perkuliahan, bantuan dari teman-teman, dan tugas yang sulit, dapat membantu memahami ANP.
Nah,, tugas pertama ANP untuk pemanasan adalah mencari jurnal yang berisi definisi dan hakikat dari ANP, serta contoh penggunaannya. Dari jurnal yang saya dapat,, didapatkan pengertian bahwa ANP adalah suatu teori pengukuran relatif dari suatu proses pengambilan keputusan yang digunakan untuk memperoleh skala prioritas gabungan dari pengaruh unsur-unsur yang saling berhubungan. Disinilah letak kesulitan (baca:tantangan) karena pada hal inilah kompleksitas dan kerumitan kalkulasi bermula.
Lanjut ke contoh aplikasi penggunaan ANP, kasus yang saya dapatkan adalah pengambilan keputusan pemilihan jenis atau badan usaha yang paling cocok untuk dijadikan partner dalam penelitian dan pengembangan bagi sebuah universitas. Software yang digunakan untuk memodelkan kasus tersebut tentu saja SuperDecision. Pada awalnya penulis sempat merasa kesulitan, karena SuperDecision ini lebih kompleks daripada Expert Choice. Ya tentu saja lebih kompleks,, ANP nya saja lebih kompleks daripada AHP.
Lalu,, pada minggu terakhir, tepat sebelum ujian, terdapat tugas baru untuk mencari suatu contoh langkah permodelan suatu bentuk model pengambilan keputusan, lengkap beserta dengan software yang digunakan untuk permodelan tersebut. Dari jurnal yang saya dapatkan, saya mendapatkan suatu permodelan pengambilan keputusan untuk kasus pemilihan sistem stasiun pompa air beserta pemilihan mesin-mesinnya. Kasus sistem pompa air yang terjadi di Latvia ini memang sangat krusial karena kondisi lingkungan yang dingin dan isu penghematan energi yang hangat merebak. Celakanya, software-nya pun berasal dari daerah setempat, sehingga namanya saja pun sulit diucapkan oleh lidah indonesia.
Demikian keseluruhan tugas pada mata kuliah DSS ini, yang tentu saja sangat membantu memahami Decision Support System itu sendiri. Pada dasarnya, ilmu ini sangat penting dipelajari karena berusaha mengarahkan manusia dalam setiap proses pengambilan keputusan untuk menghindari sifat subyektif yang tinggi. Intinya adalah dalam pengambilan keputusan sebaiknya jangan dengan ‘rasa-rasanya’ atau intuisi semata, tapi dengan kalkulasi dan pertimbangan yang matang.
Review DSS
Setelah 3 bulan mengikuti kuliah DSS, sedikit demi sedikit saya mulai mengetahui fungsi DSS, dan penggunaannya dalam banyak kasus seperti di dunia bisnis, teknik, politik, sosial, kedokteran, dan lain-lain.
Pada tugas pertama, saya ditugaskan untuk mencari suatu jurnal yang berisi tentang penggunaan DSS dalam suatu masalah. Berdasarkan pendapat saya, tujuan tugas ini adalah agar saya memahami penggunaan DSS dalam kasus di kenyataan dan melihat permasalahan yang dapat diselesaikan dengan DSS. Jurnal yang saya baca berisi tentang penggunaan gabungan aplikasi Decision Support System dan Management Information System yang digunakan oleh suatu bank. Bank tersebut menggunakan aplikasi tersebut untuk melakukan analisa kelayakan resiko atas kredit dana yang diberikan oleh pihak bank kepada peminjam dana. Sedikit menyimpang dari pembahasan DSS, topik tentang analisa kelayakan kredit ini tampak merupakan isu yang sangat hangat dalam dunia perbankan di Indonesia. Beberapa oknum pejabat (baca: penjahat) perbankan di Indonesia tampaknya dengan sengaja “kadang” meloloskan permohonan kredit yang sebenarnya tidak layak diloloskan, sehingga berakibat kegagalan pembayaran dan pihak bank maupun pemerintah dirugikan atas kejadian ini.
Selanjutnya pada tugas kedua, saya ditugaskan mencari informasi dan jenis metode yang digunakan dalam aplikasi DSS dalam tugas pertama. Karena keterbatasan informasi dari jurnal tugas pertama, saya memperkirakan metode yang dipakai dalam aplikasi DSS oleh pihak bank adalah analisa Fundamental. Sepertinya dasar-dasar kriteria dan pertimbangan yang digunakan oleh pihak bank menggunakan pendekatan bidang ekonomi dan statistik resiko. Dengan pertimbangan faktor ekonomi dan statistik resiko tersebut, pihak bank menentukan apakah calon peminjam dana layak untuk mendapatkan dana pinjaman (rumit kan? enggak juga…)
Berlanjut ke tugas ketiga, saya ditugaskan untuk mencari jurnal yang berisi penggunaan DSS dalam suatu kasus yang pada dasarnya bersifat kualitatif dan tidak dapat diukur dengan data metrik. Sebagai contoh adalah aplikasi dalam bidang-bidang politik, sosial, budaya, dan sebagainya. Pada Jurnal yang saya dapatkan, aplikasi DSS digunakan untuk mengukur tingkat kepentingan pembangunan saluran air bersih di suatu negara. Dalam kasus ini, yang dinilai bukanlah nilai ekonomi pembangunan saluran air bersih tersebut, melainkan dampak aspek sosial pembangunan saluran air tersebut terhadap penduduk sekitar.
Dan yang terakhir adalah pada tugas kelima dan keenam, saya ditugaskan untuk mencari suatu jurnal yang berisi tentang aplikasi DSS disertai lengkap dengan cara pembobotan kriterianya, dan mencari file hasil pengerjaan software Expert Choice (EC) yang diupload oleh orang ke internet. Karena kesulitan mencari file EC upload-an orang di internet (orang-orang sepertinya takut hasil kerjanya di contek orang), saya lebih memilih membuat File EC sendiri dengan menggunakan Jurnal yang saya dapat. Aplikasi DSS yang saya buat di software EC berisi tentang pertimbangan memilih jenis produk yang harus dibuat oleh suatu perusahaan. Beberapa jenis produk dilihat untung-ruginya dilihat dari perspektif pihak bidang produksi perusahaan, pihak bidang pemasaran perusahaan, dan bahkan pihak konsumen.
demikian kiranya review yang amat panjang dari saya, salah dan kurang mohon dimaafkan pembaca.
Decision Support System
Apa sebenarnya definisi dari Decision Support System?
Sulit untuk menjelaskannya karena terlalu panjang dan kompleks untuk dibicarakan dalam tulisan ini. Namun untuk gampangnya, DSS adalah suatu ilmu atau cara yang memudahkan kita untuk melihat masalah secara mendalam, pilihan-pilihan yang ada didalamnya, serta melakukan suatu proses pertimbangan untuk memilih keputusan yang terbaik menurut kita. Tentu pertimbangan yang dilakukan memiliki dasar kriteria tertentu tergantung dari perspektif kita masing-masing.
Nah, dalam DSS banyak
metode yang digunakan seperti Analytical Hierarchy Process, Analytical Network Process, Fuzzy Decision Theory, Dephi Method, dan lain-lain. Metode yang saya gunakan adalah Analytical Hierarchy Process dan software yang digunakan adalah Expert Choice karena banyak alasan (sebenarnya karena memang tahu itu saja…)
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
-
Recent
-
Links
-
Archives
- May 2008 (1)
- April 2008 (3)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS